Archives March 2025

Pelaksanaan PSTS dan PSAJ SMA Nurul Hayah Tahun Ajaran 2024/2025

Ketanggungan – SMA Nurul Hayah Ketanggungan tengah melaksanakan Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) untuk kelas X dan XI, serta Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) untuk kelas XII pada tahun ajaran 2024/2025. Kegiatan ini berlangsung mulai Sabtu, 8 Maret 2025 hingga Sabtu, 14 Maret 2025. Penilaian sumatif ini bertujuan untuk menilai pencapaian hasil belajar peserta didik sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dan kelulusan di SMA Nurul Hayah.

PSTS merupakan waktu yang tepat bagi siswa untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan dan pengetahuan yang telah dipelajari selama kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Penilaian Sumatif Akhir Jenjang bukan hanya sebuah proses evaluasi, tetapi juga sebuah momentum penting bagi para siswa untuk merenungkan perjalanan mereka selama di sekolah. Ini adalah saat di mana mereka dapat melihat sejauh mana kemampuan dan pengetahuan yang telah mereka kumpulkan serta menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam meraih cita-cita mereka di masa depan. Kemudian untuk yang kelas X & XI dengan dilaksanakannya kegiatan PSTS ini, saya berharap agar bisa mengevaluasi kegiatan pembelajaran selama tengah semester (3 bulan) agar dapat menjadi tolok ukur keberhasilan dalam kegiatan KBM tersebut,” ujar Kepala Sekolah Tata Nugraha,S.Pd.

Siswa kelas X-2, Ahmad Dzaki, menyampaikan bahwa, “Dengan adanya PSTS ini, saya merasa termotivasi untuk belajar lebih giat lagi.” Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.

Pak Imam, selaku Ketua Pelaksana PSTS, juga menyampaikan harapannya terkait kegiatan ini.

“Dengan adanya pelaksanaan PSTS dan PSAJ, diharapkan dapat membantu meningkatkan prestasi siswa dengan mengevaluasi hasil belajarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pak Cucu, Ketua Pelaksana PSAJ, menyampaikan pesan kepada para siswa yang sedang menjalani ujian:

“Selamat mengikuti PSTS bagi siswa kelas X dan XI, serta PSAJ bagi siswa kelas XII. Semoga kalian diberikan kelancaran, kemudahan, dan hasil yang terbaik. Ingatlah, kejujuran lebih berharga daripada sekadar nilai. Kerjakanlah ujian ini dengan penuh tanggung jawab dan kepercayaan diri.”

Pelaksanaan PSTS dan PSAJ ini diharapkan dapat memberikan hasil yang positif serta menjadi langkah awal bagi para siswa untuk terus berkembang dalam proses belajar dan bisa mengukur kemampuan yang dimiliki.

Penulis: Putri Ayu Novita, M.Pd

Nikmatnya Berbuka Puasa: Meneladani Sunnah Rasulullah dan Menjaga Kesehatan

Ketanggungan– Bulan suci Ramadan adalah momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri. Salah satu waktu yang paling dinanti selama Ramadan adalah saat berbuka puasa. Selain menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat Allah, berbuka puasa juga merupakan momen untuk meneladani sunnah Rasulullah dan menjaga kesehatan tubuh setelah seharian menahan lapar serta haus.

Di Pondok Pesantren Nurul Hayah Ketanggungan, suasana berbuka puasa selalu penuh kebersamaan dan keberkahan. Santri dan pengasuh berkumpul dalam suasana yang penuh kehangatan, menikmati hidangan sederhana namun bernutrisi sesuai ajaran Islam.

Sunnah dalam Berbuka Puasa

Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk berbuka puasa sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Beberapa sunnah yang perlu diperhatikan, antara lain:

  1. Menyegerakan Berbuka

Rasulullah SAW bersabda:
“Manusia akan tetap dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari & Muslim).

Di Pondok Pesantren Nurul Hayah, adzan maghrib menjadi momen yang dinanti. Para santri tidak menunda-nunda berbuka, melainkan langsung mengawali dengan makanan yang dianjurkan dalam Islam.

  1. Berbuka dengan Kurma dan Air

Sesuai dengan kebiasaan Rasulullah SAW, berbuka puasa sebaiknya diawali dengan kurma dan air putih. Jika tidak ada kurma, maka air putih sudah cukup untuk menghidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.

Hadits Nabi menyebutkan:
“Jika salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan kurma karena ia adalah berkah. Jika tidak menemukannya, maka berbukalah dengan air karena ia adalah penyuci.” (HR. Abu Daud).

Di pesantren, para santri terbiasa mengikuti sunnah ini dengan menikmati beberapa butir kurma sebelum beralih ke makanan utama.

  1. Berdoa Sebelum Berbuka

Berbuka puasa juga dianjurkan dengan membaca doa:

“Allahumma inni laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu, birahmatika ya arhamarrahimin.”

Artinya: “Ya Allah, aku berpuasa karena-Mu, aku beriman kepada-Mu, dan aku berbuka dengan rezeki dari-Mu. Dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”

Menu Sehat untuk Berbuka di Pesantren

Agar tetap sehat dan bertenaga dalam menjalankan ibadah, penting untuk memilih makanan yang bernutrisi. Di Pondok Pesantren Nurul Hayah, menu berbuka puasa biasanya terdiri dari:

  1. Kurma dan Air Putih → Sumber energi cepat dan hidrasi terbaik.
  2. Bubur atau Sup Hangat → Makanan yang mudah dicerna setelah perut kosong seharian.
  3. Nasi dan Lauk Seimbang → Mengandung karbohidrat, protein, dan serat untuk menjaga daya tahan tubuh.
  4. Buah-buahan Segar → Kaya vitamin untuk meningkatkan imunitas.
  5. Minuman Hangat → Seperti teh manis atau wedang jahe untuk menjaga metabolisme tubuh.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari

Agar tetap bugar selama Ramadan, beberapa makanan sebaiknya dikurangi atau dihindari, seperti:

  1. Makanan terlalu berminyak → Seperti gorengan, karena bisa menyebabkan gangguan pencernaan.
  2. Minuman berkafein atau bersoda → Bisa menyebabkan dehidrasi dan mengganggu kualitas tidur.
  3. Makanan tinggi gula → Bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang tidak stabil.

Suasana Berbuka di Pondok Pesantren Nurul Hayah

Di Pondok Pesantren Nurul Hayah Ketanggungan, berbuka puasa bukan sekadar mengisi perut, tetapi juga menjadi sarana kebersamaan dan pendidikan karakter. Para santri diajarkan untuk berbagi dengan sesama, menjaga adab saat makan, serta mengucap syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Kegiatan berbuka puasa biasanya diawali dengan tadarus Al-Qur’an menjelang maghrib, lalu berbuka dengan kurma dan air putih. Setelah shalat maghrib berjamaah, para santri menikmati hidangan utama dengan penuh kebersamaan.

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga momen untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW, termasuk dalam berbuka puasa. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan Ramadan dan semakin dekat kepada Allah SWT.

 

Penulis: Muzakki Setyo Syahdani, S.I.Kom.

 

Santri Berprestasi! Kay Syailillah Fali, Santri SMA Nurul Hayah Ketanggungan Berhasil Masuk POLTEKKES Semarang melalui Jalur Tahfidz

Ketanggungan – Kabar membanggakan datang dari SMA Nurul Hayah Ketanggungan. Salah satu santri berprestasi, Kay Syalillah Fali, siswa kelas XII, telah diterima di Politeknik Kesehatan (POLTEKKES) Semarang melalui jalur Tahfidz Al-Qur’an pada Jum’at (7/3/2025).

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa hafalan Al-Qur’an tidak hanya membawa keberkahan dalam kehidupan, tetapi juga membuka banyak peluang untuk meraih masa depan yang gemilang. Dengan ketekunan, kedisiplinan, dan do’a, Kay Syalillah Fali berhasil membuktikan bahwa prestasi akademik dan kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat berjalan beriringan.

“Alhamdulillah, saya senang bisa diterima di POLTEKKES. Terima kasih kepada orang tua yang selalu mendo’akan saya dan guru-guru di Nurul Hayah yang telah membimbing saya, sehingga saya bisa masuk POLTEKKES melalui jalur Tahfidz PBUB (Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi). Dengan saya tinggal di pondok pesantren alhamdulillah tidak menghambat apa yang saya cita-citakan,” ujarnya.

Pihak sekolah dan pondok pesantren memberikan apresiasi atas pencapaian ini. Kepala sekolah berharap prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMA Nurul Hayah Ketanggungan untuk terus berusaha dalam meraih impiannya.

“Saya ucapkan selamat kepada santri kelas XII, Kay Syalillah Fali, yang telah diterima di perguruan tinggi negeri POLTEKKES Semarang melalui jalur prestasi (tahfidz). Semoga bisa menjaga almamater sekolah dan pondok pesantren, tetap rendah hati, dan menjadi pribadi yang selalu mencerminkan darimana kamu berasal serta dibentuk akhlak dan karakternya. Tetap belajar dengan semangat dan menjalankan ibadah dengan baik. Proses tidak pernah mengkhianati hasil. Life must go on,” ujar Kepala Sekolah, Bapak Tata Nugraha, S.Pd.

Dengan pencapaian ini, diharapkan semakin banyak siswa SMA Nurul Hayah Ketanggungan yang termotivasi untuk rajin belajar agar dapat melanjutkan ke perguruan tinggi yang diimpikan.

Selamat kepada Kay Syalillah Fali! Semoga sukses di jenjang pendidikan selanjutnya dan ilmunya bermanfaat.

 

Penulis: Putri Ayu Novita, M.Pd

Pondok Pesantren Nurul Hayah Tampilkan Semangat Ramadhan Melalui Karya Literasi Santri

 

Brebes, Sabtu, 1 Maret 2025 – Santri Pondok Pesantren Nurul Hayah Ketanggungan menunjukkan semangat luar biasa pada hari pertama puasa Ramadhan dengan berbagai kegiatan kreatif, antara lain membuat sarana literasi melalui mading dan menghias saung. Hias saung ini merupakan bagian dari serangkaian perlombaan yang diadakan setiap tahun untuk menyambut Ramadhan, agar santri tetap bersemangat dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.

Saung, yang merupakan salah satu fasilitas di Pondok Pesantren Nurul Hayah, biasanya digunakan sebagai tempat belajar bersama, tempat istirahat, dan makan. Saung juga menjadi tempat favorit bagi santri untuk saling bercerita dan belajar antar teman sejawat. Di bulan Ramadhan ini, saung dihias dengan indah untuk menciptakan suasana yang nyaman, sehingga dapat menjadi tempat yang nyaman bagi santri untuk berkumpul semaan dan muroja’ah hafalan Al-Qur’an.

 

Menurut Ustadzah Rahma, Kepala Kepengasuhan Banat (Putri), kegiatan ini sangat penting untuk menumbuhkan semangat dan kreativitas santri, terutama di bulan Ramadhan. “Ini adalah tampilan mading terbaru yang dibuat oleh anak-anak Ospen (Organisasi Santri Pondok Pesantren Nurul Hayah) dan santri-santri putri lainnya. Setiap pekan, kami mengganti tema mading yang ada di aula, dan kali ini temanya berkaitan dengan Ramadhan. Tema mading ini akan menyesuaikan dengan keadaan atau momen yang terjadi. Selain itu, hari ini juga ada lomba hias saung untuk menumbuhkan kreativitas santri dan memberikan kenyamanan ketika para santri belajar serta membaca Al-Qur’an di saung,” ungkapnya.

 

Hiasan-hiasan yang dipasang di saung diharapkan dapat memberikan keindahan sehingga santri tidak merasa bosan. Selain sebagai sarana untuk mengasah kreativitas, kompetisi hiasan saung juga bertujuan untuk memperkuat ikatan kerja sama antara sesama santri dan mendukung proses belajar dan ibadah di pesantren secara kebersamaan. Santri tampak antusias mengikuti perlombaan hias saung ini, dengan menampilkan berbagai desain menarik yang mengangkat tema-tema Islami dan penuh makna.

 

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya semakin semangat menjalani ibadah puasa, tetapi juga semakin termotivasi untuk terus berkarya dan berinovasi dalam berbagai bidang, terutama dalam memperdalam ilmu agama. Semangat yang ditunjukkan oleh para santri di hari pertama puasa ini menjadi cerminan dari antusiasme yang besar dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

 

Penulis: Putri Ayu Novita, M.Pd